NUNATURALLY

salted dreams sugary sea

Thursday, 21 February 2019

Sejenak Berkhayal: Liburan ke Hainan Bareng H.I.S. Travel

Aku selalu merasa terpanggil untuk menulis sesuatu di blog ini, setiap kali aku menemukan informasi yang berpotensi membawa kebahagiaan antar sesama. Entah karena alasan ingin produktif sebagai seorang blogger, atau hanya karena ingin melakukan peregangan otak demi sejenak melupakan tumpukan pekerjaan di kantor.

Sebuah siang terik yang panas berdebu, aku berpapasan dengan salah satu postingan akun Instagram @histravelindonesia. Tulisannya tepat seperti ini:

Tulis segala hal yang bisa kamu temukan di Hainan!


Bak menemukan oasis di tengah gurun pasir, setelah sekian lama menanti, akhirnya ada lomba menulis blog yang sesuai dengan passionku --> diminta berkhayal yang indah-indah. xD

Yha... aku setuju sih kalau ini lebih terdengar seperti fatamorgana dari pada oasis. Hahaha. Tapi menurutku, sama seperti harapan, khayalan juga adalah doa. benar bukan?

(Image source: HIS Travel Indonesia)

Aku sudah pernah membaca tentang keistimewaan destinasi wisata Hainan sebelumnya, namun informasi mengenai HIS Travel sendiri, jujur baru pertama kali kucari tahu waktu itu. Jadi, sebelum kulanjutkan mimpi indah ini, kugoogling HIS Travel dengan saksama dan... hasilnya cukup menarik perhatian. 


Ternyata HIS Travel adalah salah satu travel agent terbaik di Jepang yang sudah berdiri sejak 38 tahun yang lalu. Perusahaan bernama H.I.S. ini telah memiliki 233 cabang di dunia yang tersebar di 66 negara, termasuk Indonesia. (source: wikipedia) Woww... Sugoi ne!

Hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh salah seorang sahabatku yang merupakan seorang Japanese:


Kalau ukurannya sudah menjadi yang terbaik di Jepang, sudah pasti masuk list terbaik di dunia juga. Well, Jangankan berkhayal, liburan ke Hainan beneran pun aku BERANI! Kalo bareng HIS Travel! Hehehe~

Nah, buat yang belum tahu, Hainan adalah provinsi di China berwujud pulau yang terletak di sebelah selatan daratan luas negeri tirai bambu tersebut. Walaupun merupakan bagian dari wilayah China, tetapi iklimnya tropis seperti di Indonesia. Jadi teruntuk kalian yang tidak kuat dengan cuaca dingin, tak perlu khawatir akan membeku disana yaa~

(Image source: Macau Business)

Menurutku, Hainan Tour adalah paket komplit untuk sebuah destinasi liburan. Disana siapapun bisa menikmati pemandangan alam yang menakjubkan sekaligus menyisiri penampakan kota modern yang megah. Mau wisata budaya dan sejarah juga bisa. Belanja sambil kulineran? Hmm~ di Hainan-lah tempatnya.


Kalau diminta berkhayal tentang hal-hal yang bisa kutemukan dan kulakukan di Hainan, Ini list yang sudah aku buat:


1. Landmark adalah koentji~

Aku yakin, kita semua sudah pernah menonton serial TV, Kera Sakti di waktu kecil... Ini bukan tentang Sung Gokong, apalagi Chu Patkai!! Di Hainan, kita bisa bernostalgia, kembali ke 2000an, lalu menghayati dengan khidmat patung suci Dewi Kwan Im ini~ 

Di Indonesia juga ada banyak sih Patung Dewi Kwan Im, tetapi yang di Hainan adalah yang termegah.

(Image source: Libgar)

Patung Buddha setinggi 108 meter ini merupakan landmark provinsi Hainan yang terletak di Nanshan Cultural Tourism Zone, Sanya, dimana juga merupakan patung ke-4 tertinggi di dunia. Ini adalah list yang wajib tercentang kalau aku sudah berada Hainan nanti. Berfoto bareng sang Dewi Kwan Im.


2. HAINAN, Hawaii-nya China, yang ada rasa Bali-nya

"Boro-boro ke Bali, ke Hawaii saja aku belum pernah..." :( #kayakkebalik

Nah, di Hainan ada pantai Yalong Bay, yang disebut-sebut sangat mirip dengan pantai di Hawaii. Memang benar, semakin kuperhatikan foto-fotonya, rasanya semakin ingin kumenari hula-hula~

(Image source: landbeauties)

Kok ada rasa Bali-nya?

Di Hainan ada Desa Bali yang mayoritas penghuninya adalah warga Tionghoa dari Indonesia. Keren yaa~ Semacam Program Pertukaran Desa Antar Negara. Kampung China pun ada dimana-mana termasuk di Indonesia, tapi dinamakan Kampung China/China Town karena memang penduduknya adalah Chinese. Nah kalau yang di Hainan ini, dinamakan Desa Bali karena printilan-printilan serta bangunan-bangunan di dalamnya yang bernuansa kental Bali~

Well, seusai mengunjungi Desa Bali ini nantinya, aku sudah bisa bilang "yes" tiap kalau ada yang nanya "Sudah pernah ke Bali belum?

(Image source: Kaskus)

Jadi, buat kalian yang lagi galau memilih antara mau ke Hawaii atau ke Bali, atau (aku) yang sedang bermuram durja karena belum pernah pergi ke keduanya, tapi extremely ingin ke Hawaii dan Bali secara bersamaan(?), bertolak ke Hainan adalah pilihan yang paling cerdas, dewasa dan bijaksana. 

Mengapa? 

1) Pemandangannya beda tipis, setipis kertas. 
2) Lebih hemat!

Di bawah ini adalah list harga Paket Tour ke Hainan di website HIS Travel. Kalau bisa memilih, aku mau berlibur ke Hainan dengan gratis  ikut tur yang 6D/4N Hot Hainan. Super lengkap dan terjangkau! Juga tentu saja terasa lebih murah lagi jika dibandingkan dengan harga tiket pesawat ke Hawaii~

Yuk langsung buka website HIS Travel dan segera pesan paket tournya sebelum pada full booked! Ada Paket Tour China dan Jepang juga loh <3


Next~

3. Terjun ke Dunia Perfileman di Movie Town

Aku tidak pernah bermimpi untuk bisa masuk TV, maunya masuk ke Film saja~

Di Haikou, ibu kota provinsi Hainan, ada sebuah kota buatan yang merupakan studio film dan televisi raksasa bernuansa 1940an. Kota yang kini menjadi daya tarik wisatawan ini dikembangkan oleh seorang sutradara tersohor, Feng Xiaogang bersama Mission Hills Group dan Huayi Brothers Media, dinamakan Feng Xiaogang Movie Town. Disana kita bisa syuting-syutingan, berselfie ria sambil senyum-senyum vintage, jalan-jalan cantik laksana putri kerajaan, atau lari-larian ala dikejar pasukan berkuda. 

Semuanya terlihat real, tetapi seolah sedang berada dalam kehidupan di layar kaca. Kalau aku terjerembab(?) disana, mungkinkah yang akan datang menolongku adalah seorang pangeran tamfan? Atau... Apakah sebenarnya aku adalah Putri Huan Zu? Hmm... Mungkin itu akan menjadi misteri selamanya~

(Image source: Bonvoyaghe)

Nanti kalau sudah sampai disana, fix aku mau bikin vlog. Udah pergi ke beberapa negara tetapi selalu tidak sempat nge-vlog. Kemudian take foto sebanyak-banyaknya buat bahan tulisan di blog, biar tidak usah pakai foto-foto dari blog orang lagi~ Aaaaak... Mauuuuu!


4. Kulineran Nasi Ayam Hainan ORI~

Salah satu misi yang wajib terlaksana di Hainan adalah, aku ingin memakan Nasi Ayam Hainan untuk pertama kalinya dalam sejarah perkulineran hidupku, di Hainan. Aku sudah lama mendambakan sensasi kenikmatan daging ayam (seperti di gambar ini) dengan keempukannya yang hakiki, menari-nari di dalam mulutku.

(Image source: Kitchen9)

5. Bye bye Plastik! Welcome Termos Ajaib~

Kalau selama ini aku selalu membawa tumbler kemana-mana, mungkin setelah pulang dari Hainan, aku akan menjelma menjadi seorang wanita berkalung termos. Eittt~ jangan berburuk sangka dulu! Menurut informasi yang aku temukan di website HIS Travel, katanya, kita bisa membeli sebuah termos yang mampu mengubah air menjadi sehat di Bamboo Charcoal Shopping. Wow! Ini angin segar bagi seluruh rakyat Indonesia. Kalau ngga berat, nanti aku buka jastip yaa. xD

(Image source: Meitzeu)

Selain itu, kita juga bisa menemukan alat-alat kesehatan lainnya, serta obat-obatan China yang sudah mendunia terkenal akan ke-mujarab-annya. Jadi, selain beli termos, aku juga mau belanja obat anti alergi seafood, obat asam urat buat Papa, obat pegal-pegal buat Mama, ramuan awet muda, obat pendeteksi kasih sayang palsu, obat penawar rasa rindu, dan obat herbal ajaib lainnya~ KALAU ADA.


Nah, jadi itulah 5 poin favoritku beserta cabang-cabangnya yang wajib aku tuntaskan di Hainan suatu hari nanti. Cukup menggiurkan bukan? Masih ada waktu satu minggu lagi jika kalian ingin mendapat kesempatan untuk Liburan ke Hainan bareng HIS Travel, gratis! Wanna join? Klik banner di bawah ini yaa~

#HotHainan BloggerCompetition

Semoga tulisan ini bisa menjadi kabar baik yang mewarnai hari-hari kalian kedepannya~ Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Thanks for reading!

Wassalam~
Tuesday, 29 January 2019

Jalan-jalan Gratis di Singapura via FREE SINGAPORE TOUR

Yes, I am back!
Pada kesempatan kali ini, aku bakal melanjutkan tulisan tentang rangkaian cerita of my very first time Solo Trip evaaa, Singapore phase~


Yang belum baca episode sebelumnya, biar nyambung baca ini dulu yakz [Very Short Getaway to Taipei (berisi TIPS dan Cerita Menegangkan)]. YHAAA walaupun sebenarnya, di kedua ceritanya ngga akan ada hubungan yang berarti sih, soalnya di tulisan ini aku hanya akan mengulas hal-hal teknis, bukan tentang kelanjutan curhatan pilu nyaris ditinggal kekasih pesawat.

Well, Pada tanggal 16 Oktober 2018 pukul 01.00 dini hari, aku dengan tidak sadarkan diri, mendarat di bandara Changi, Singapura. 

Hal pertama yang terpikirkan saat membuka mata adalah, literally, "Aku dimana?". Pesawat sudah hampir berhenti, penumpang yang lain sudah beberes dan siap-siap untuk turun dari pesawat, dan aku masih sibuk mengatur nyawa, sambil bertanya pada diri sendiri, "Sudah sampai kah?

Kugelengkan kepala, dan leher super kaku dan pegalku menjawab pertanyaanku. Lima jam penerbangan terasa seperti satu menit gara-gara tertidur pulas di pesawat.

"Ah, mungkin saya memang pingsan" Lirihku~



Turun dari pesawat, rasanya segar menggelegar, tenagaku tercas full kembali. Bandara Changi teramat sangat nyaman dan bersih. Rasanya bisa tidur dimana saja, dan memang, sejauh mata memandang, ada saja orang-orang yang tidur/beristirahat di kursi dan karpet/lantai bandara ini. So, hal pertama yang aku lakukan saat berada di dalam bandara adalah: mencari tempat untuk berbaring cantik. 

Kalau diingat-ingat, sejak kemarin pagi sudah duduk 4 jam di bus, siangnya jalan, sorenya lari-larian, malamnya tidur sambil duduk juga. Huft, tulang belakangku... Harus cepat-cepat bergaya horizontal nich, ngga mau tahu! 

Well well well, banyak yang mengira kalau aku cuma transit di Singapura. Yha... emang transit sih, tapi 14 jam. Aku tiba pukul 01.00 dini hari, dan akan bertolak ke Jakarta pukul 15.00. Trus ada juga yang mengira kalau aku sudah tajir (aamiin) kwkw, soalnya upload foto jalan-jalan di Singapura seorang diri :3 Padahal ya, untuk bisa traveling itu ngga harus financial free dulu kok, gaes, yang low budget juga bisa, asal tahu caranya. 

Justru menurutku, kalau seseorang bisa traveling keliling dunia dengan hanya mengandalkan promo, gratisan, backpack, kalo perlu hitchhiking, sehingga bisa menekan pengeluaran sampai seeetipis mungkin, berarti dia sudah menjadi seorang traveler penakluk dunia yang cecungguhnya~

Jadi, sebelum melakukan perjalanan solo ini, aku sudah atur semua jadwal penerbanganku seapik mungkin, termasuk alasan mengapa aku memilih penerbangan yang durasi transitnya seabad. Itu karena aku mau keliling-keliling di Singapura dulu, GRATISan tentunya.


Yap, Pemerintah Singapura punya program Free Singapore Tour alias Tur Singapura Gratis bagi penumpang yang transit di Bandara Changi. Harap diperhatikan, kalau tur ini hanya berlaku bagi penumpang berdarah transit murni(?). Jadi kalau kalian sedang transit di Bandara Changi dan berniat ikut tur ini, tapi kalian sudah melewati petugas imigrasi (keluar dari area transit) itu berarti kalian sudah menjadi muggle(?) dan tidak bisa lagi untuk ikut tur ini. 

Seperti yang tertera di bannernya, Tur ini akan membawa kalian berkeliling-keliling negara Singapura selama 2,5 jam. Yabb, waktunya sesingkat itu untuk ukuran piknik. Awalnya aku juga kira bakalan jalan-jalan ala liburan, tetapi sebenarnya, pemerintah Singapura mengadakan program ini hanya untuk memperkenalkan/mempromosikan Singapura ke wisatawan secara singkat, padat, dan jelas~ 

Ibaratnya ya, kamu dapat kisi-kisi soal tes sebelum ujian, jadi saat ujian, kalian sudah bisa menjawab pertanyaan dan mengembangkan jawaban. Sama dengan tur ini. Tour Guidenya bakal ngasih kisi-kisi tentang tempat-tempat populer dan yang wajib didatangi di Singapura, dengan harapan agar para peserta tur (wisatawan/penumpang yang hanya transit) akan kembali/stay berlama-lama di Singapura. 

Tapi jangan khawatir, kita akan diberi waktu sekitar 15-20 menit untuk setiap tempat yang disinggahi, mayanlah yaaa~



Nah kalau untuk persyaratannya, selain harus sebagai penumpang berdarah transit murni, kalian juga wajib:
  1. Memiliki Passport (Ajaib kalo ngga punya)
  2. Memiliki dua tiket pesawat. Kan transit tuh, jadi ada tiket/boarding pass waktu datang ke Singapura dan tiket untuk meninggalkan Singapura.
  3. Visa (but skip this, pemegang passport Indonesia masuk Singapura bebas Visa)
  4. Durasi transit di Bandara Changi antara 5,5 jam sampai 24 jam. (ini alasan eike milih transit 14 jam, huehe)

Free Singapore Tour Registration Booth  - Ada di area transit Terminal 2 dan Terminal 3, Lantai 2.

Tur ini dipandu oleh seorang tour guide berpengalaman, dimana registrasinya dibuka sebanyak tujuh kali dalam sehari. Jenis turnya ada dua macam, yaitu: Heritage Tour dan City Sights Tour. Jadi dalam sehari, ada 5 kali Heritage Tour (pagi sampai sore hari) dan 2 kali City Sights Tour (malam hari)

Jadwal registrasi dan tur

Aku benar-benar mendambakan hari yang selow hari ini, tanpa rusuh dan kisruh mengejar waktu. Jadi, aku pilih tur yang paling pagi, yaitu tur pukul 09.00-11.30~ Akhirnya aku menunggu matahari terbit di kursi tunggu tepat di samping konternya dong, Hehe~

Btw ada cerita luchu saat menjelang konter registrasinya buka. Aku super ngantuk berat gara-gara dari jam satu malam udah ngga ada tidur. Hmm, jenis mengantuk yang benar-benar ngga bisa diajak kerja sama, untuk alasan apapun! Termasuk alasan 'ada bule ganteng mirip Zayn Malik di sebelahku'. Dengan sangat menyesal kukatakan dalam hati "Bodoamatguengantuk---"

Tak ingin jauh-jauh dari konter tur gratis, aku putuskan untuk tidur disitu. Jadi di depanku itu ada troli, aku derek selama di airport biar ngga capek nenteng tas dan bisa jadi tempat bersandarku juga~ Nah, aku tidur dengan cara tetap duduk di kursi, melipat kedua tangan ke bagian atas troli and then mendaratkan kepala bak tidur di meja belajar. Aku benar-benar tidur dengan berada di posisi yang... sekali troliku disenggol, aku bakal terjudhtplakk ke depan. LOL

Setengah jam lebih kemudian, aku terbangun dengan posisi yang masih sama. Aku lihat bandara sudah jauh lebih ramai dari sebelumnya, orang-orang di sekitarku juga sudah berganti semua, Zayn Malik telah berubah menjadi emak-emak Melayu.
...


Hoke Lanjut!

Ternyata, orang-orang sudah mulai berdiri antri di depan konter di menit-menit sebelum registrasinya dibuka. Menyadari itu, akupun segera beranjak dari kursi dan ikut antri.

Pertama-tama, beritahu petugas konter jam tur mana yang akan kita ikuti, kemudian petugas akan meminta kita menunjukkan passport dan tiket pesawat, lalu memberi formulir untuk diisi, yang wajib dikembalikan ke konter dalam waktu setengah jam.

Setelah mengembalikan formulir ke konter, kita akan dibagikan stiker dengan nomor peserta, yang wajib ditempel di baju selama tur. (kecuali kalau lagi foto, aku lepas stikernya :p). Kalau tidak salah ingat, setiap tur hanya menerima maksimal 20 kuota peserta. Nah, setelah registrasi beres, semua peserta akan diminta menunggu sampai waktunya untuk tur tiba.


Beberapa persyaratan lain yang wajib diikuti oleh seluruh peserta Free Singapore Tour adalah:
  • Tidak boleh membawa koper/tas besar/benda-benda yang berat. Jadi kalau punya handcarry yang berat, mending dititip dulu di konter penitipan barang. Ada yang hanya S$ 4/enam jam.
  • Tidak boleh membawa benda tajam/benda mudah terbakar.
  • Tidak boleh makan dan minum di dalam bus selama tur.
  • Tidak boleh memisahkan diri dari rombongan selama tur.
  • Tidak boleh melanggar aturan waktu yang telah disepakati. Jadi kalau guidenya bilang 10 menit di Merlion Park, jangan ngaret jadi 20 menit. Karena itu akan membuat seluruh peserta lain menunggu, serta mengacaukan plan selama tur.
Ini penampakan busnyaaa~
Next, "rutenya kemana aja?"

Nah, untuk Heritage Tour, kita akan dibawa untuk berkeliling-keliling dengan bus ke Colonial and Cultural Districts, kemudian berhenti di Merlion Park selama 15 menit, lalu mengunjungi Chinatown, lanjut ke Little India dan terakhir mampir di Kampong Glam selama 20 menit. Jadi selama tur, kita hanya singgah di dua tempat, selebihnya kita tetap berada di dalam bus.

Sementara untuk City Sights Tour, itinerarynya adalah mengunjungi The Singapore FlyerThe Esplanade – Theatres on the BayMarina Bay Financial Centre, Merlion Park (singgah 20 menit), lalu ke Marina Bay Sands dan terakhir berhenti 30 menit di Gardens by the Bay

Selama perjalanan, Tour Guide akan menjelaskan dengan detail tentang semua hal-hal penting dan yang menarik untuk diketahui oleh para peserta tur mengenai tempat-tempat yang dilewati/dituju~ seperti nama tempat dan sejarahnya singkatnya, alasan mengapa harus kesana, cara akses serta biaya transportasinya, tempat-tempat makanan enak dan sebagainya. 

Jadi walaupun waktunya super singkat, tapi tetap asyik dan ketjeh kan~ 

Menurutku, tur ini adalah sebuah paket komplit penggaet wisatawan asing yang ampuh untuk meramaikan pulau mini ini. Dengan melihatnya sendiri, sekarang aku tahu alasan mengapa kebanyakan orang kalau berlibur, dikit-dikit Singapur, dikit-dikit Singapur. Yhaa, selain karena dekat, walaupun mahal... negara ini memang menarik!

Now, di bawah ini beberapa foto-foto blog-able yang berhasil aku abadikan dengan kamera handphone selama tur! Check this out!

Suasana di dalam Bus

Di pojok ada fasilitas air mineral, sebotol cuma sepuluh ribu~

Briefing singkat sebelum berpencar di Merlion Park. (lupa nama Mrs. Guide-nya T^T)

Jadi di tur batch-ku ini, semua turis dari mancanegara ada. 
Ada yang dari Barat, Timur, Utara, Selatan, Tengah, pokoke lengkap~

Colonial and Cultural Districts

Suntec City Mall

Long way to Merlion Park

Kalau ikut tur ini sendirian, harus pintar-pintar cari teman yang 'senasib" buat barteran jasa motret.
Syukurlah ada mas mas baik hati yang mau fotoin.
Eitt, tapi sebenarnya, masnya duluan yang nyapa trus minta tolong difotoin. Hehe

Alhamdulillah udah berpose kayak gini. Tinggal ke Mekkah nich~

Jepret ini sambil lari-lari kecil menuju Bus, sangat tidak ingin terlamvat~

I will be back!!!

Okedeh, sekian dulu yaah~ Kalau ada teman-teman yang ingin bertanya perihal Free Singapore Tour ini, boleh tinggalkan pertanyaan di kolom komentar ;)


See you when I see you <3
Friday, 11 January 2019

REVIEW - SENKA Perfect Whip by SHISEIDO - Facewash No. 1 di Jepang

Halo semua!
Kali ini aku bakal menulis review singkat tentang facewash alias sabun cuci muka terbaik yang pernah aku coba, Senka Perfect Whip !

Facewash ini sudah aku pakai sejak tahun 2014, bermula dari dapat sample gratis size 20g, sampai saat ini yang harus nyetok beberapa persekali beli karena bisa dibilang belinya tak semudah membeli boncabe di indomaret. Mesti jastip dari Jepang atau nunggu ada diskonan dan promo free ongkir di Sociolla :3 Maklum, tinggalnya jauh dari hingar bingar kota yang penuh akan toko-toko produk import~

Packaging versi Taiwan
Mengapa SENKA Perfect Whip?

Pertama, packagingnya so cute ! >.< 
Yap, aku adalah jenis konsumen yang selain lemah akan diskon, juga gampang kemakan marketing in terms of desain kemasan suatu barang. Hahaha
Warna biru tenangnya elegan, desainnya minimalis, bikin kamar mandi makin enak diliat. (?)

Kedua, perusahaan produsennya meyakinkan~ Shiseido Co Ltd! Perusahaan ternama dari Jepang ini rasanya tidak perlu diragukan lagi, Produk ini diklaim cocok untuk segala jenis kulit. Walaupun ya... tetep, kosmetik tetap cocok cocokan sih, Lisa cocok, belum tentu Jennie juga cocok.


Ketiga, Tekstur busa dan aroma bunganya sangat lembut. Partikel sabunnya sangat kecil, jadi bisa membersihkan pori-pori wajah dari make up sampai bersih maksimal.  
Aku orangnya rajin cuci muka, tapi malas kalau sampai harus berstep-step. Dengan hanya pakai Senka Perfect Whip ini, aku tidak perlu pakai cleansing oil atau cleansing- cleansing yang lain, walaupun tiap hari pakai DD Cream/fondation. 

Hasilnya?

Kulit mukaku jadi lembab, kenyal, lembut, kencang, bersih dan yang paling penting adalah jauh dari jerawat. serius deh, pakai ini wajah kilang minyakku jadi jarang jerawatan!

Curhatan beberapa waktu yang lalu di insta story, hmm
Alasan selanjutnya~

Satu tube Senka Perfect Whip size 120g ini bisa kuhabiskan seorang diri selama 6 bulan lamanya. Hemat banget kan? Padahal aku rutin cuci muka, kadang lebih dari 3 kali sehari, kadang kepencet trus kebayakan, kadang dipakai diam-diam juga sama orang rumah... hmm, mengagumkan~

Next, Harganya bhaique!
Kemarin aku beli di Taiwan hanya sekitar Rp. 70.000, kalau beli di Watson, Sociolla atau web web berkisar antara Rp. 80 sampai 90.000 an. Murahlah yaa untuk seukuran produk Shiseido Co Ltd yang bisa dipakai selama satu semester. 

Packaging Versi Indonesia
Last but not least, in case ada yang ngerti dan care akan ingedients suatu produk secara mendetail sebelum membeli~~~

Ingredients:
Water, Stearic Acid, PEG-8, Myristic Acid, Potassium Hydroxide, Glycerin, Alchohol, Butylene Glycol, Glyceryl Stearate SE, Potassium Stearate,  Lauric Acid, Polyquaternium-7, Phytosteryl, Octyldodecyl Lauroyl Glutamate, Disodium EDTA, Fragrance.
(sumpah mata pusing pas nulis ini)

Well, itulah honest review dari aku, Love this product so much~
ini bukan endorse yah! 

See you bye!
Thursday, 22 November 2018

Very Short Getaway to Taipei (berisi TIPS dan Cerita Menegangkan)

Masih rangkaian cerita NYIFF 2018 bersama teman-teman Kirana Nusantara di Taiwan, kini tibalah saatnya untuk pulang ke Tanah Air. 

Seperti kata pepatah, yang entah siapa yang mematahkan(?), "Pantang pulang sebelum melihat Landmark". 

Dengan modal niat dan nekat, with only cash sekadarnya, hanya NT$ 500 (Rp. 250.000) kuberanikan diri untuk pergi ke Taipei, ibu kota negara Taiwan, demi memotret gedung Taipei 101, Mantan Gedung Tertinggi di Dunia sebelum Burj Khalifa dibangunkan.

Yap, tiket pesawatku berbeda dengan tiket teman-teman yang lain, mereka flight siang, sedangkan aku sendiri (((sendiri))) flight malam ke Singapura.             

Taipei 101

Jadi, aku cuss ke Taipei dari Airport Terminal 2 Bandara Taoyuan yang berjarak sekitar 51 km. Aku menggunakan MRT tipe Express Train Headway yang jarak tempuhnya memakan waktu 50 menit untuk tiba di Taipei Main Station.

Aku benar-benar nervous, takut kesasar dan terlambat untuk kembali ke Airport. Saat itu menunjukkan pukul 15.00, sedangkan aku sudah harus ada di gate sebelum pukul 19.40~ Jadi, biar selamat, aku harus ada di bandara lagi pukul 19.00 teng. 

Sebelum berangkat, aku udah hitung estimasi waktu yang bisa kuhabiskan untuk selfie di Taipei:
  • Airport Terminal 2 Bandara Taoyuan --> Taipei Main Station = 50 menit (tambah lari-larinya, menunggunya, aku bulatkan jadi 1 jam)

  • Taipei Main Station --> Taipei 101/ WTC Station = 15 menit (kubulatkan jadi 20 menit)
  • Perjalanan kesananya 80 menit
  • Dikali dua jadi, 80 menit x 2 = 160 menit = 2,6 Jam
Berangkat pukul 15.00
Wajib tiba kembali di bandara pukul 19.00
Total waktu = 4 Jam
Perjalanan = 2,6 Jam
Sisa waktu = 1,4 jam 

Jadi, waktu yang aku punya untuk mengeksplor Kota Taipei hanya 1,4 jam, itupun kalau tidak pake bingung dan kesasar. Berarti kalau aku start pukul 15.00, harusnya udah tiba disana pukul...?


Setelah menitipkan koper dan handcarry di loker penitipan barang (kalo tidak salah ingat NT$ 70 pertiga jam) aku pun berjalan cepat menuju stasiun bandara. Yang paling kusyukuri adalah, semua petunjuk dan informasi mengenai arah dan jalur transportasi terpampang sangat jelas, selalu ada translasi English di sebelah tulisan-tulisan Cina yang, I had no idea.

Perjalanan di atas MRT cukup nyaman, lumayan ramai dan Alhamdulillah dapat seat buat duduk di samping jendela, sampai lupa foto pemandangan di luar, saking menikmatinya. (Sebenarnya tidak lupa, hanya saja rasanya makin nervous, fokus, bershalawat, takut hilang kwkwk)

Ini adalah mesin untuk membeli tiket MRT sekali jalan, "Keren banget yah, canggih!" -Turis Katro 

Setiap beli tiket untuk pergi, aku juga langsung beli tiket untuk kembali, jadi nanti kalau udah jalan pulang bisa fokus lari mengejar waktu, ngga usah singgah-singgah lagi. Tapi ingat, jangan sampai tiketnya hilang.

Nah, jadi yang di atas ini adalah dua tiket pulang yang aku jepret tepat di depan Taipei 101. Yang warna ungu itu tiket MRT jalur Airport Terminal 2 Bandara Taoyuan - Taipei Main Station, harganya NT$ 150, sedangkan yang biru adalah tiket jalur Taipei Main Station - Taipei 101/Word Trade Center Station harganya cuma NT$ 25. Jadi total biaya tiket MRT yang perlu disediakan untuk mencapai gedung Taipei 101 dari bandara Taoyuan adalah NT$ 175 (Rp. 80.000,-).

Satu hal: Perjalanan dari sini ke sananya cukup jauh ternyata, stasiunnya sangat luas, aku sempat khawatir telah salah perhitungan akan waktu, pengen ngitung ulang, tapi nanti malah jadi fix ketinggalan pesawat. :v Jadi harus setengah berlari, rasanya capek, haus, tegang, berharap ada yang kukenal, berharap bertemu mantanku, Dao Ming Si ~~~ lalalalll

Ini adalah pengingatku, Tamsui - Xinyi Line. Jadi kalau mau ke Taipei 101 naik ke jalur Xiangshan, berhenti di stasiun Taipei 101. 
Dan kalau mau balik lagi ke Taipei Main Station ini, naik ke jalur Tamsui. 

Kufoto setiap sign, agar menjadi jejak, petunjuk untukku pulang ~ sebuah puisi.

dan, akhirnyaaaa! Tadaaaa ini diaaaa ^0^

TAIPEI 101 WORLD TRADE CENTER

50% ke-nervous-anku berakhir sudah, kutengok jam tangan sembari menayakan ulang pertanyaan yang tadi. "kalau aku start pukul 15.00, harus udah tiba disana pukul?"

Hmm... Jam sudah menunjukkan pukul 16.35. Berarti waktu yang telah kuperhitungkan tadi sudah meleset, meski telah kulebih-lebihkan. Harusnya aku tiba di Taipei 101 pukul 16.20, tetapi molor 15 menit. Itu berarti waktuku tidak boleh lebih dari satu jam untuk bersantai di tempat ini.

Akupun sejenak menarik nafas, berfikir positif, berusaha menikmati keadaan di depan mata, kukeluarkan kamera dan kujepret pusat kota Taipei yang megah ini~ 









Taipei 101 dari depan

Taipei 101 dari bawah

Taipei 101 dari agak jauhan dikit

Bekal roti :3 #LowBudgetTaveller

Pengen foto ini pas lagi ga ada orang, tapi selalu ada orang.

Makasih Mba Taiwanese yang udah fotoin <3

Hal-hal yang aku saksikan jelas selama di Taiwan adalah :
  • Penduduk lokalnya sangat ramah kepada wisatawan, kadang ada yang murah senyum bikin berasa lagi di negeri sendiri.
  • Ada kejadian waktu di bandara, aku kebingungan nyari arah buat ke skytrain, eh tiba-tiba disapa seorang bapak tua. Beliau bertanya (dalam bahasa Inggris) apa saya perlu bantuan? Terus saya nanya deh, kalau mau naik skytrain harus lewat mana? si Bapak yang tadinya ada di dalam barisan antrian panjang rela-relain keluar demi nolongin aku dong :'( Dia ngasih tasnya ke (mungkin) anak perempuannya, kemudian sibuk nyari petunjuk dan bantu nanyain ke security ... Terharu.
  • Di Taiwan, aku tidak melihat satupun wanita yang berhijab, (kecuali teman se-kontingen) TIDAK SATUPUN. Jadi kalau lagi jalan sendirian berasa jadi satu-satunya wanita berhijab di dunia.
  • [Kalau udah ingat yang lainnya lagi, aku update]
Lanjut~

Aku tidak punya kuota internet selama di Taipei, jadi hanya mengandalkan Wi-Fi publik yang untunglah ada dimana-mana. Aku duduk-duduk santai ala turis, menikmati view kota, kadang minta tolong orang buat fotoin :3, sesekali jalan agak jauhan biar Taipei 101 terlihat semua, upload-upload video snap di instastory sambil chattingan dan ngabarin Orang Tua di rumah (yang honestly, mereka ngga tahu kalau aku sedang sebatang kara di Taipei. kwkwk)

Terlalu asyik foto-foto, selfie-selfie dan jalan-jalan di sekitar gedung Taipei 101, aku ngga sadar kalau ternyata sudah lewat satu jam aku disana... 

KUTENGOK JAM, SUDAH PUKUL 6 KURANG 15 MENIT MASAA!!!

Tanpa berpikir apapun lagi, aku mengecek barang bawaan dengan cepat, memastikan passport, tiket pesawat, tiket MRT, dompet dan handphone lengkap di dalam tas, kemudian berjalan sekencang-kencangnya menuju stasiun kereta.

"Hikss, terlambat.... ya Allah, hamba terlambaaat"  Jeritku dalam hati.

Aku terus berjalan dengan kecepatan maksimal dan konstan, pengen lari tapi ngga enak jadi pusat perhatian, nanti malah kehabisan tenaga terus pingsan, atau kepeleset :(

Mukaku udah bareface tak sedikitpun make up yang tersisa, jilbab sutak tegak paripurna, baju berantakan, keringatan, leher encok nengok sana sini nyari arah tanpa henti, kaki pegal khanmaeen... Ekspresi wajah jangan dibayangkan. Rasanya aku terlihat seperti TKW yang habis dianiaya majikan, yang lagi buru-buru kabur ke kampung halaman... 

Setengah berlari, akhirnya aku naik ke kereta pertama. Aku udah ngga mau liat jam lagi, perhitunganku akan estimasi waktu sudah tidak berguna (yaelah emang dari awal pergi hitungannya udah salah, balada siswi langganan remedial fisika waktu SMA), saat ini aku hanya butuh keajaiban, semoga kereta cepat ini melaju lebih kencang dari biasanya.

Rute Taipei 101 Station (R03) ke Taipei Main Station (R10)

Sepanjang jalan aku hanya terduduk pasrah sambil liatin papan rute ini. Dalam hati udah kehabisan doa, yang ada hanya bisa bertasbih, "TURUN DI BL, TURUN DI BL WARNANYA BIRU, TURUN DI BL!" berulang kali. Takut kelewat. WOY kwkwkw

Sesampainya di Taipei Main Station, aku kembali berjalan sekuat tenaga, setengah melayang(?), mencari petunjuk, mengingat-ingat arah. Yang kuingat hanyalah, jaraknya akan jauh, Nuna... terus berjalan... teruslah berjalan~~~ Pesawatmu, menunggumu~

Tak terlalu lama, akhirnya aku tiba di depan pintu tunggu kereta menuju Stasiun Airport Terminal 2. Lega rasanya. Paling tidak, 50 menit lagi sudah di bandara. Lari-lariannya di bandara saja nanti, biar kayak di filem-filem~

Ga ada cermin toilet, jendela kereta pun jadi~

Aku naik ke kereta, tapi tidak kebagian tempat duduk yang dekat, kaki udah terlalu gemetaran untuk ukuran berjalan di atas kereta berjalan buat nyari kursi kosong. Alhasil harus berdiri di depan pintu, sambil meluk tiang. Terima kasih Tiang.


Di atas kereta, tiba-tiba naik seorang penumpang laki-laki muda berparas Tenggara berdiri di arah 45 derajat. Eh kami bertemu mata dan... Dia menyapaku~ 

"Alhamdulillah, masih terlihat seperi manusia" batinku.

"Mba dari Indonesia ya?" (mungkin masnya langsung yakin karena liat jaketku ada tulisan Indonesia-nya terikat di pinggang)
"Iya mas, mas juga?" (gue pake nanya, yaiyalah bambank)
"Iya mba, saya dari Jawa, mba sendiri?"
"Saya dari Sulawesi mas, hehe.. "
"Oh, jauhyaa.. Sendirian aja mba?
"Iya, tapi temenku nungguin di bandara." (padahal ngga ada, tetap waspada kwkwk) 
mas tinggal disini?"
"Iya mba, disini kerja udah hampir dua tahun"
"wah, berarti udah bisa bahasa sini yaa?"
"Hehe, Iya mba, bisa dikit-dikit"
...

Kemudian hening sejenak... kami berdua melihat pemandangan ke luar jendela kereta. Hari semakin gelap... Hamparan lampu-lampu kota yang indah terlihat dari ketinggian. Ayunan kereta menciptakan suasana terasa menjadi lebih dramatis. Lalu masnya berkata lagi,

"Sekarang jalur keretanya udah bagus, udah cepet sampainya, dulu lama dan jauh stasiunnya"
"Oh gitu ya mas, syukurlah yaa..."
"Iya mba, hehehe"

Keretapun berhenti, ternyata masnya turun di stasiun ini. 

"Oke, saya duluan ya mba, hati-hati..."
"Iya mas, makasih" Kataku sambil melambaikan tangan.
...

Drama Korea pun berakhir, aku sebatang kara lagi. berdiri, menahan letih~


Sesampainya di Stasiun Bandara Taoyuan... 

Aku berlari dengan kecepatan medium di atas sepasang kaki yang lelah ini sambil menyusun rencana dalam kepala, sembari merealisasikannya :
Pertama, melesat bak roket ke toilet! Aku sesegera mungkin menyelesaikan urusan pertoiletan, mencuci muka dan tak lupa gosok gigi. Ini perjalanan malam yang panjang. Harus fresh!
Kedua, mengambil koper di loker penitipan barang. Selesai!
Ketiga, Check In. Alhamdulillah bisa check in di menit-menit terakhir sebelum konternya tutup, udah sepi jadi ngga antri. Pen nangis, Mamaa anakmu pulang~~ x'D
Selanjunya, duduk sejenak, makan roti sisa yang tadi, minum air putih, berdoa.


Setelah semuanya beres, akupun segera berjalan menuju Gate A1. Tadinya niat jalan nyantai gitu, aku pikir gatenya bakalan dekat, kan Gate A1, sudah A, nomor 1 pulak hmm~ Tapi tapi, makin kesini gate sign-nya makin menjauh, lol. Pas aku cek, Subhanallah, Gatenya ada di ujung! Paling akhir~ JAUH PAKE BANGET! Duh, tau gini kan aku buru-buru dari awal... Sekarang saatnya mengeluakan kekuatan super. Berlari dengan kecepatan penuh. xD

Kalau ada yang bertanya, "Dari Taiwan kok kurusan?" Nanti tinggal ta share link postingan ini. kwkwkw

Sesampainya di Gate...

Pelajaran keras hari ini, jangan meremehkan jadwal penerbangan pesawat. Udah tahu kalau penerbangan internasional itu harus cepat-cepat, udah tahu kalau bandara sini itu luas, udah tahu kalau waktunya sempit... tapi masih nekat ke Taipei dulu...

TAPI... Aku tidak menyesal, karena... AKU SAMPAI DI GATE TEPAT WAKTU :')

Aku tiba dimana semua penumpang sudah berdiri dari kursinya dan berjalan masuk ke dalam pesawat. Dengan perasaan lega disertai napas ngos-ngosan yang sudah tidak bisa kusembunyikan lagi, aku berjalan memasuki gate dan langsung menuju ke pintu pesawat. Pengen cepat-cepat duduk dan bersandar. Literally tired, pengen tidur. Huhu!

Akhirnya tiba di kursiku. Perasaan lega luar biasa seakan menghapuskan kelelahan atas kehectic-an hari ini dalam sekejap. Aku memasang sabuk pengaman, memeluk bantal leher, And you know what~ Aku udah ngga ingat apa-apa lagi setelah itu. Aku langsung tertidur dalam damai, dan terbangun saat pesawatnya mendarat di Bandara Changi, Singapura pukul 01.00 dini hari. 

Well, itulah kisah menegangkan tak terlupakan yang kualami saat trip ke Taipei. Very short getaway tapi bisa menghasilkan tulisan sepanjang ini. Hehehe~ Semoga menjadi tips (HOW TO REACH TAIPEI 101) dan peringatan(?) yang berguna bagi siapapun yang membaca. Aku akan melanjutkan cerita Solo Trip ku di Singapura di postingan selanjutnya yaa!

See you ^^

Custom Post Signature