salted dreams sugary sea

Wednesday, 11 March 2015

Memorable Homestay in Kobe

Ohayou Gozaimasu!

Of course ini latepost banget, tapi aku kadang menulis latepost things lalu menyeolah-olahkan(?) bahwa hal itu baru sedang terjadi saat itu~ 

Baru bangun, cekrek!

Sesuai dengan janji manisku di post sebelumnya, kali ini aku akan berbagi cerita tentang pengalamanku waktu homestay di Kobe, Jepang~ 

Sesaat sebelum homestay matching, sebenarnya aku punya harapan khusus tentang kriteria orang tua angkat idamanku. Aku harap orang tua angkatku nantinya adalah sepasang suami istri yang hidup sederhana di pedesaan, memiliki anak yang ramah-ramah, rumah kayu khas Jepang, tempat tidur kasur ala Nobita, meja makan lesehan dengan selimut dan penghangat kaki di bawahnya. 

Tetapi karena PYs tidak bisa memilih, maka orang tua angkat dengan keadaan apapun harus diterima. Dan benar, harapan-harapan itu seketika menjadi angan. Aku kebagian host family yang kaya dan tinggal di apartemen, Matsuura Family~

Siap, Alhamdulillah~

With Okasan and Itsuki-chan

Nah, orang tua angkatku ini sangat ramah, baik, perhatian dan punya tiga anak yang lucu-lucu~ Apartemennya tidak besar dengan desain cukup minimalis, hanya ada dua kamar tidur dan ruang keluarga yang tergabung dengan dapur dan meja makan.

Di rumah, aku dan Kie homestay-mateku, melakukan aktivitas normal selayaknya seorang anak. Makan, mandi, nonton tv, bermain dengan adik-adik angkat, ngobrol, makan kue dsb.

Entah kenapa selama di Jepang, semua hal... penting untuk difoto, dan semua fotonya penting. xD

Surat dari Honami-chan, adik perempuanku.
Dia menulis kata yang diucapkan ketika selesai makan, "Gochisosamadeshita..."

Selesai makan, main kartu bareng Takumu, Honami dan Kie (JPY).
Btw aku ngobrol dengan adik-adik angkatku melalui Kie, 
aku beruntung banget bisa punya homestay-mate seorang Japanese xD

Awalnya aku bertanya-tanya sama tembok, kok Otosan dan Okasanku ini fasih berbahasa Inggris? Setahuku, orang-orang Jepang secara umum tidak mendalami bahasa asing. Apakah mereka alumni sekolah international? Atau mungkinkah mereka bertemu di tempat kursus bahasa Inggris sewaktu muda dulu? wkwk

Sampai pada suatu malam, Okasan memperlihatkan sesuatu, yang sukses membuat aku dan Kie terperangah, lalu menjerit~

?!?!

Buku itu berwarna biru laut glossy, dengan gambar pelampung oranye icon kapal Nippon Maru di sampulnya. Aku tidak bisa baca tulisannya, jadi aku belum ngeh, sampai Kie bertanya dengan nada dua oktav, "You are ex-PY??" 

Akupun menoleh secepat kilat ke Otosan dan Okasan dengan ekspresi yang tidak jauh beda, tetapi tanpa suara.

"Yes, we met onboard, SSEAYP 1996." Kata Okasan.

"OMG! TOO SWEET T^T"

Ternyata kedua orang tua angkatku ini adalah alumni SSEAYP batch 23... Pantas saja :') 

JPY 23th Profiles - Orang tua angkatku dulu cantik dan gantengnya tak terpatahkan. xD

Pantas saja mereka terlihat beda, spesial, keren, perhatian, pengertian dan super ramah~ Ternyata itu karena (selain memang mereka baik hati) mereka pernah melalui dan merasakan kehidupan PYs, seperti yang sedang kami jalani sekarang. Aku bahagia bisa menyaksikan bukti bahwa 'SSEAYP Love Story' bukan hanya sebuah cerita khayalan di atas kapal Nippon Maru.

Itu adalah malam pertama kami homestay, dan sejak saat itu sampai dua hari kedepannya, obrolan kami tidak jauh-jauh dari topik tentang SSEAYP. Yah, sebuah perjalanan biru penuh cerita dan kenangan yang tidak akan pernah ada habisnya. Kisah-kisah yang bila diceritakan kembali masih selalu dengan antusias yang sama, walau telah berpuluh-puluh tahun berlalu~

Esok harinya, kami mengunjungi Himeji Castle dengan menggunakan Kereta~ Karena sebelum berangkat adaptorku TERNYATA rusak, walhasil batrei kamera DSLRku TERNYATA gagal tercharge. Tapi tenang~ aku bawa kamera pocket! Huehehe

1 day ticket~

Hello, Himeji Castle~
a World Cultural Heritage Site and a National Treasure of Japan.

My colours are everywhere...

We went there~

Patung seekor kucing dan dua wanita berkimono bermain kartu ~.~
Selain ini, ada banyak benda-benda bersejarah lainnya dan spot-spot foto unik di dalam Kastil!

I think I really love Autumn.

Foto satu-satunya Himeji Castle sebelum DSLR mati :'

Going to the Gallery~

Baju Samurai yang sering kita lihat di TV.
Tetapi ini asli peninggalan sejarah yang terpajang rapi di Gallery.


Tour sambil bermain Quiz~

Karena disini aku buta huruf, aku dibantu Okasan menjawab soal-soal quiz ini.
Katanya ada hadiahnya~ 


Dan... hadiahnya adalah~
Mini Note Shiromaru Princess


Also Shiromaru Princess cute stickers~

Our best family photo with Shiromaru Princess~
(kurang Takumu-chan karena dia lagi sekolah)

Well, itulah foto-foto kenangan kami di Himeji Castle! Aku senang banget bisa kesana, aku benar-benar merasakan nuansa Jepang dengan udara segarnya yang menentramkan hati~ Otosan bilang, "kalau musim semi kesini lagi, pemandangannya tidak kalah indah, semua pohon berbunga sakura." :') *aamiin dalam hati* 

Hari berikutnya adalah hari ke-3, hari terakhir homestay. T^T Sebelum aku dan Kie diantarkan kembali ke stasiun pada sore hari, Otosan mengajak kami makan siang di sebuah restaurant Indonesia.

Sebenarnya makanan yang paling terkenal di Kobe adalah daging sapi, bahkan katanya itu terlezat dan terbaik di dunia. Tapi berhubung dagingnya tidak diolah secara halal, ya sudah, aku makan yang pasti pasti saja.

Okasan, which one is Fried Rice?

Akupun memesan nasi goreng karena rindu akan micin dan rempah-rempah ala masakan Indonesia. Nasi gorengnya lumayan~ tetapi masih ter-Japanisasi xD Rasanya kurang nendang, kurang asin wakaka. Ingin rasanya masuk ke dapur buat gantiin dan ajarin mas kokinya masak Nasi Goreng Indonesia original taste. Lol 

Ada kerupuk dan Samosanya dong~

Setelah makan, tibalah saatnya aku dan Kie, serta seluruh PYs kembali ke rombongan SG. Homestay di Jepang telah berakhir. Kami berkumpul di Stasiun Kobe dan mengucapkan perpisahan dengan orang tua angkat disana.

Walau hanya tinggal dengan mereka selama 3 hari 2 malam saja, entah kenapa aku tak sanggup membendung air mata saat akan berpisah dengan mereka T^T apa-apaan ini? Baru di awal program sudah merasa kehilangan seperti ini. "Oh inikah SSEAYP?

Sebelum pulang kami bertukar gift. Aku diberi sapu tangan lucu dan postcard berisikan pesan dari Otosan dan Okasan. Arigatou Gozaimasu! See you again...

Terima kasih untuk selimut yang hangat, makanan yang lezat dan pengalaman yang takkan terlupakan :'(

Kami pun kembali ke Tokyo dengan menggunakan kereta tercepat di dunia, Shinkansen. Tetapi eitt jangan salah, akupun awalnya salah. Aku pikir di dalam shinkansen akan berasa seperti sedang naik roller coaster, tapi ternyata tidak. Shinkansen adalah kendaraan paling tenang, redam, dan mulus~ mungkin karena saking cepatnya. Atau mungkin, shinkansen adalah salah satu benda ajaib milik Doraemon. Hwehehe~

Ini bukan shinkansen yang kami naiki, tapi penting aja gitu motoin shinkansen.

Oh iya! di tengah perjalanan, kami melintasi Mt. Fuji dengan jarak yang bisa dibilang sangat dekat, tapi sayangnya saat itu langit sedang berawan. T^T Aku mencoba memotret pake handphone tetapi lebih memilih fokus menikmati serpihan Fuji itu dengan kedua mataku. Namun ternyata, pemandangan indah dengan secuil gunung Fuji itu sukses aku jepret tanpa blur. Huoh gembiranya~

Mt. Fuji!

Jadi begitulah cerita perjalananku selama Homestay di Kobe. Berharap suatu saat nanti, aku bisa mengunjungi Otosan dan Okasan lagi. Banyak hal yang belum tersampaikan menjadi alasan mengapa aku harus kembali ke Jepang lagi. Salah satunya, mencari daging sapi Kobe, Daging terlezat di dunia, yang diolah secara halal. 



Sekian.
Be First to Post Comment !
Post a comment

Custom Post Signature