salted dreams sugary sea

Thursday, 14 January 2021

Day 14

Tulisan ini seharusnya akan berjudul "Boba, Senja dan Samsudin", tetapi Sang Sutradara tiba-tiba mengganti genre yang tadinya romantic comedy, menjadi fantasy thriller.


Hari-harinya kini abu-abu, dimana hitam dan putih tidak begitu tegas kelihatan. Blue yang dulu adalah warnanya, kini berubah menjadi feeling.



Namun belakangan ini, dia melihat lebih banyak mobil berwarna merah berlalu lalang di jalan raya, bahkan sesekali melihat mobil berwarna burgundy yang katanya warna merahnya lebih bagus. Dia sepakat tetapi sebenarnya agak ragu, itu warna burgundy atan red wine? Ah sudahlah... nomor platnya juga bukan yang itu.


Dia rindu berbicara...

Rindu berbicara hujan

Rindu berbicara senja dan warnanya

Rindu berbicara arah mata angin

Rindu berbicara lagu dan liriknya

Rindu berbicara jalanan dan tikungan

Rindu berbicara masa lalu dan masa depan

...


Seperti keajaiban, dia bertemu cetak birunya... Ternyata menyenangkan bisa berbicara apapun dengan diri sendiri, tetapi dalam situasi dan keadaan yang dua kali lebih berisik... dan hangat.


Rasanya seperti hidup selama satu windu dalam sekejap, setiap detik terasa seperti selamanya, Sang Waktu mungkin akan kehabisan cara untuk mengurungkan kerinduannya. Bahkan dia masih mengingat jelas betapa lucunya sedetik ekspresi kosong si mas warung nasi padang ketika mereka kompak memesan makanan tanpa sambal. 



Dari dulu dia percaya bahwa sebuah foto tidak butuh caption untuk dijelaskan maknanya, karena setiap foto telah berbicara. Namun, kali ini dia benar-benar mendengar suara dari sebuah foto. Foto yang berbunyi di telinganya... Foto yang bisa terdengar suaranya... Suara itu lagi.


...

Be First to Post Comment !
Post a comment

Custom Post Signature